Senin, 23 Mei 2016

LOA finance - mari belajar

Mestafinance #1  (Mestakung Finansial) : Konsep LOA, Mestakung, Vibrasi, dan berbagai produk sejenis lainnya, umumnya mengusung konsep dan teori yang sama, dan sangat mudah dipahami ! Tetapi kenapa dalam prakteknya tidak banyak yang berhasil ? Karena dalam hidup ini selalu ada teori dan praktek, konsep dan realisasi, dst. Konsep LOA, Vibrasi, Mestakung dapat dianalogikan dengan konsep di level meta (hakikat, marifat), yg tentunya harus dikombinasikan dengan langkah real di tingkat syariat, meliputi trik, disiplin fisik dan mental, dsb. Nah jika kita sudah kenyang konsep, maka saatnya kita mengembangkan keterampilan dan upaya spartan di tingkatan syariat ini.

MestaFinance #2 : Agar kita benar2 dapat menjadi praktisi LOA yg handal (salah satunya LOA keuangan), maka kita benar2 harus dapat memahami dengan baik sampai tingkat filosofis perbedaan antara kata "SEHARUSNYA" dan kata "KEHARUSAN".

Contoh :
"Seharusnya di tahun 2016 saya memiliki mobil Xenia" dan
"Sudah menjadi keharusan bahwa pada tahun 2016 ini saya memiliki mobil Xenia".

Kata seharusnya masih memiliki daya tawar menawar di tingkat bawah sadar, sedangkan kata keharusan merupakan sesuatu yang berkekuatan mutlak, seperti halnya ketika kita harus menyediakan Rp 25 Juta saat anak kita diterima di salah satu SMP terbaik, dan itu adalah biaya untuk uang masuknya. Menjadi Wajib di tingkatan sadar maupun bawah sadar.

Meskipun tampak sederhana, saya pribadi butuh belasan tahun untuk memahami perbedaan kedua kata ini.

Dapatkah anda membayangkan ketika anda memiliki Attitude yang telah mendarah daging semacam ini misalnya :

"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk selalu membayar hutang tepat waktu !"
"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk melakukan investasi Logam Mulia, setiap bulan 10 gram di tahun 2016 ini".
"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk mengganti mobil saya menjadi baru setiap 5 tahun".
"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk menyediakan biaya bagi putri tertua saya yang ingin menempuh pendidikan MBA di luar negeri".
"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk tetap dapat mempertahankan gaya hidup seperti ini minimal sampai 30 tahun ke depan".

Note: Pernah ada yang gagal paham soal kata harus ini ... Kata harus, ada yang menangkapnya sebagai kategori getaran force ... Padahal dalam kajian vibrasi, bukan soal kata-nya, tapi rasa di baliknya ...

Saat dalam kasus, saya harus menemukan kunci yang ketlisut ... loh semakin saya cari kok semakin g ketemu ... nah itu artinya kata harus itu rasanya napsu atau melekat dengan kuncinya ... dan dg digeser ke letting go jadi ketemu kuncinya ...

Sementara dalam kasus lain, saya juga bisa melunasi semua utang2 saya menggunakan kata harus ... tapi harus ini rasanya bukan napsu ... tp tanggung jawab ... optimis ... berani ... semangat ... kemauan ... dimana rasa2 itu masuk ke level power kalo dalam tabelnya David Hawkins ... Kata harus itu getarannya tidak selalu rendah ... dalam vibrasi bukan soal istilahnya ... Tapi rasa di baliknya ...

MestaFinance #3 : Setelah kita benar-benar memahami kekuatan dan pentingnya kata KEHARUSAN. Maka saatnya bagi kita untuk menyusun beberapa presuposisi (asumsi seakan kita sdh tau jwbannya) utama atau yang kita anggap paling mendasar yang terkait dengan aspek Keuangan. Presuposisi ini tidak menghiraukan kondisi kita saat ini, melainkan menghiraukan nilai dasar, moral, etika yg kita anut [biasanya bersifat hal baik yg bersifat universal]

Sebagai contoh misalkan saat ini kita masih sangat bermasalah dengan keuangan, bahkan untuk melewati kehidupan sehari-hari saja masih sulit, tentu dengan mempertimbangkan kondisi ini akan sulit bagi kita untuk membuat Presuposisi, misalnya :

"Sudah menjadi KEHARUSAN bagi saya untuk membayar hutang secara tepat waktu".

Akan tetapi jika memang hal di atas sesungguhnya kita impikan untuk menjadi nilai dasar kita, maka presuposisi itu layak untuk dibuat dan di-installkan ke diri kita. Perlahan tapi pasti presuposisi ini akan berubah dari hanya sekedar serangkaian kata positif menjadi realita.

***

Susunlah Presuposisi tentang Finansial (Keuangan) yg terpenting saja, sekitar maksimal 10 Presuposisi.
Presuposisi ini dapat dianalogikan seperti AYAT SUCI yang menjadi pegangan hidup kita ! Dimana kita sangat bangga menjalankannya, sangat bangga pula menyebarkannya ke lingkungan kita !".

+++
Bukan mantra. Tapi keyakinan. Ini masih menjadi perdebatan para pakar. Apakah sebuah kata/niat/mantra dsb harus diucapkan atau bisa dalam hati saja cukup. Saya pribadi percaya dalam hati cukup dan sama sama kuat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar