Minggu, 26 Juni 2016

Wanting and enjoying

Wanting dan enjoying - life skill
Selamat siang Sahabat 😊😊😊

Terinspirasi dari seseorang nih....

Apakah kita sudah puas dalam hidup kita?
Karena banyak sekali orang yang terus-menerus mengeluh dalam hidup mereka? Hidup ini sesungguhnya masalah fokus.
Hidup tentu saja ada up and down. Kita akan bahagia atau tidak, semua bergantung pada fokus kita.

Rumus mengenai life satisfaction = enjoying - wanting
Kepuasan hidup adalah menikmati dikurangi menginginkan.
Kepuasan bukan soal memiliki, tetapi menikmati.
Banyak orang yang memiliki, tapi tidak menikmati.
Kita bisa meningkatkan enjoying dengan membuat counting bless, menghitung karunia.

Semakin banyak daftar dalam counting bless, semakin tinggi tingkat enjoying kita.
Cara kedua untuk meningkatkan life satisfaction adalah mengurangi wanting. Enjoying apabila kita sudah memiliki sesuatu, dan tinggal menikmati. Wanting adalah menginginkan sesuatu yang belum kita miliki. Semakin banyak wanting kita, semakin rendah life satisfaction kita.
Salah satu cara untuk menurunkan wanting adalah berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain.

Kepuasan adalah masalah fokus.
Kita tidak puas karena kita fokus pada apa yang tidak kita miliki.
Yang menarik, setelah kita memiliki, pikiran kita bukan fokus pada apa yang sudah kita miliki. Tapi pikiran kita fokus pada hal lain yang belum kita miliki.

Penelitian membuktikan saat kita memikirkan untuk memiliki sesuatu, tingkat kepuasan kita adalah 8. Setelah 1 bulan memilikinya, tingkat kepuasan kita turun menjadi 7. Setahun kemudian, turun lagi menjadi 1. Dan setelah kita kehilangan, nilai milik kita itu naik menjadi 10.

Manusia hidup tentu punya keinginan. Kita tentu boleh menginingkan sesuatu, tapi keinginan kita harus lebih kecil daripada menikmati.
Kepuasan hidup itu akan tercapai apabila enjoying > wanting.

Saat kita sedang wanting, kita biasanya berfokus pada hal-hal yang baik. Namun sayang, banyak yang setelah having, kita berfokus pada hal-hal yang buruk.
Hidup ini adalah kombinasi antara enjoying dan wanting. Seringkali kita terjebak hanya memikirkan wanting dan tidak melihat apa yang sudah kita miliki.
Paradigma kesuksesan adalah mendapatkan apa yang kita inginkan. Setelah kita dapatkan, kita berhenti di sana. Happiness itu tidak berhenti di sana.
Setelah mendapatkan, kita menikmati.

Bicara mengenai keinginan, ada sebuah hukum yang disebut sebagai "The Rule of Two".
Kita selalu menginginkan dua kali dari apa yang kita miliki.
Ketika penghasilan kita 1 juta, kita tidak puas dan menginginkan 2 juta. Ketika penghasilan kita mencapai 2 juta, kita tidak puas dan menginginkan 4 juta, dst.

Socrates pernah mengatakan, "siapa yang tidak puas dengan apa yang sudah dia miliki, pasti tidak akan puas dengan apa yang akan ia miliki."

Dalam happiness selalu ada area untuk berkembang. Ada 4 level kepuasan:
1. Kepuasaan saat kita mendapatkan materi. Kepuasan ini bersifat fisik
2. Kepuasaan saat kita memiliki banyak teman, persahabatan.
Kepuasan ini bersifat emosional.
3. Kepuasan saat kita bertumbuh, bertambah ilmu, wawasan, keterampilan, dll. Kepuasan ini bersifat mental.
4. Kepuasan saat kita memberi.
Inilah kepuasan yang bersifat spiritual

Ada kecenderungan manusia untuk senang berada di atas orang-orang di sekitarnya. Orang lebih puas mendapatkan penghasilan yang lebih kecil asalkan ia lebih tinggi daripada orang-orang di sekitarnya.
Life satisfaction = enjoying - wanting

          LIFE SATISFACTION

Happy weekend

Nb : maaf ini copas dari temen

Kamis, 16 Juni 2016

Tingkatan SYUKUR oleh dokter irzan

Mumpung lagi pas nih. Sy share sedikit apa rahasia orang2 yg panjang umur dan senantiasa sehat. Satu resep tersembunyi dari blue belt zone people dimana rata2 komunitas didalamnya berusia di atas 100 tahun dan sangat sehat adalah.....
Mereka rajin BERSYUKUR.

Bersyukur dg tulus ternyata membangun energi positif  yang seimbang pada meridian kita sehingga dengan aliran energi yang lancar, fungsi tubuh berada dlm kondisi yg senantiasa  optimal

Ada 3 level syukur

1. Syukur atas anugerah yang dterima oleh diri sendiri. Contoh :
* Saya bersyukur bisa melihat
* Saya bersyukur bisa makan dll

2. Syukur atas anugerah yang diterima orang lain. Terdiri dari dua bagian, orang lain itu masih ada hubungan sama kita, dan tidak ada hubungan sama kita , contoh :
* Saya bersyukur anak saya naik kelas (berhubungan dengan kita)
* Saya bersyukur sopir angkot itu dapat banyak penumpang (tidak ada hub dengan kita)

3. Syukur atas anugerah yang diterima oleh orang lain yang menyakiti kita atau mengecewakan kita. Contoh : (kasusnya si A pernah menyakiti kita )
* Walaupun si A pernah menyakiti saya namun saya bersyukur si A memiliki anak yang sholeh.
* Saya bersyukur si A memiliki pekerjaan yang baik (ngga pakai kalimat negatif dulu, langsung fokus ke rasa syukur), semoga keluarganya bisa hidup dengan sejahtera

Mari berlatih  meningkatkan level syukur kita setiap hari. Untuk bisa sampai ke level syukur ke 3, usahakan selipkan MINIMAL satu syukur terkait syukur kita atas kebahagiaan orang lain setiap kirim syukur. TIAP HARI GANTI TOPIKNYA. KALAU HARI INI IKUT BAHAGIA ATAS KEBAHAGIAAN A, BESOK JANGAN A LAGI, GANTI KE B.

Syukur level ke 3, yaitu bersyukur dan ikut bahagia untuk kebahagiaan orang yang menyakiti kita adalah level syukur tertinggi & terindah.
Semoga kita dapat memahami & mengalaminya di bulan Ramadhan ini. Rajin berlatih kasih tulus tanpa pamrih, kasih terhadap orang2 yang menyakiti kita, meridian akan lebih terbuka lebar ketimbang kasih terhadap orang2 yang kita sayangi. Tapi HATI HATI, kalau kita berpikir ingin bersyukur justru karena berharap "meridian terbuka lebar", maka meridian malah tertutup.

Vibration never lies..

Moga bermanfaat ya, seperti sahabat2 disini yg tentu makin bahagia saat selalu bagi manfaat bagi sesama.
Inget lagi :
Who are we want supposed to be?
What are we want actually?

Salam pagi yang sehat....