Wanting dan enjoying - life skill
Selamat siang Sahabat 😊😊😊
Terinspirasi dari seseorang nih....
Apakah kita sudah puas dalam hidup kita?
Karena banyak sekali orang yang terus-menerus mengeluh dalam hidup mereka? Hidup ini sesungguhnya masalah fokus.
Hidup tentu saja ada up and down. Kita akan bahagia atau tidak, semua bergantung pada fokus kita.
Rumus mengenai life satisfaction = enjoying - wanting
Kepuasan hidup adalah menikmati dikurangi menginginkan.
Kepuasan bukan soal memiliki, tetapi menikmati.
Banyak orang yang memiliki, tapi tidak menikmati.
Kita bisa meningkatkan enjoying dengan membuat counting bless, menghitung karunia.
Semakin banyak daftar dalam counting bless, semakin tinggi tingkat enjoying kita.
Cara kedua untuk meningkatkan life satisfaction adalah mengurangi wanting. Enjoying apabila kita sudah memiliki sesuatu, dan tinggal menikmati. Wanting adalah menginginkan sesuatu yang belum kita miliki. Semakin banyak wanting kita, semakin rendah life satisfaction kita.
Salah satu cara untuk menurunkan wanting adalah berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain.
Kepuasan adalah masalah fokus.
Kita tidak puas karena kita fokus pada apa yang tidak kita miliki.
Yang menarik, setelah kita memiliki, pikiran kita bukan fokus pada apa yang sudah kita miliki. Tapi pikiran kita fokus pada hal lain yang belum kita miliki.
Penelitian membuktikan saat kita memikirkan untuk memiliki sesuatu, tingkat kepuasan kita adalah 8. Setelah 1 bulan memilikinya, tingkat kepuasan kita turun menjadi 7. Setahun kemudian, turun lagi menjadi 1. Dan setelah kita kehilangan, nilai milik kita itu naik menjadi 10.
Manusia hidup tentu punya keinginan. Kita tentu boleh menginingkan sesuatu, tapi keinginan kita harus lebih kecil daripada menikmati.
Kepuasan hidup itu akan tercapai apabila enjoying > wanting.
Saat kita sedang wanting, kita biasanya berfokus pada hal-hal yang baik. Namun sayang, banyak yang setelah having, kita berfokus pada hal-hal yang buruk.
Hidup ini adalah kombinasi antara enjoying dan wanting. Seringkali kita terjebak hanya memikirkan wanting dan tidak melihat apa yang sudah kita miliki.
Paradigma kesuksesan adalah mendapatkan apa yang kita inginkan. Setelah kita dapatkan, kita berhenti di sana. Happiness itu tidak berhenti di sana.
Setelah mendapatkan, kita menikmati.
Bicara mengenai keinginan, ada sebuah hukum yang disebut sebagai "The Rule of Two".
Kita selalu menginginkan dua kali dari apa yang kita miliki.
Ketika penghasilan kita 1 juta, kita tidak puas dan menginginkan 2 juta. Ketika penghasilan kita mencapai 2 juta, kita tidak puas dan menginginkan 4 juta, dst.
Socrates pernah mengatakan, "siapa yang tidak puas dengan apa yang sudah dia miliki, pasti tidak akan puas dengan apa yang akan ia miliki."
Dalam happiness selalu ada area untuk berkembang. Ada 4 level kepuasan:
1. Kepuasaan saat kita mendapatkan materi. Kepuasan ini bersifat fisik
2. Kepuasaan saat kita memiliki banyak teman, persahabatan.
Kepuasan ini bersifat emosional.
3. Kepuasan saat kita bertumbuh, bertambah ilmu, wawasan, keterampilan, dll. Kepuasan ini bersifat mental.
4. Kepuasan saat kita memberi.
Inilah kepuasan yang bersifat spiritual
Ada kecenderungan manusia untuk senang berada di atas orang-orang di sekitarnya. Orang lebih puas mendapatkan penghasilan yang lebih kecil asalkan ia lebih tinggi daripada orang-orang di sekitarnya.
Life satisfaction = enjoying - wanting
LIFE SATISFACTION
Happy weekend
Nb : maaf ini copas dari temen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar