MestaFinance #4 : Jika diperhatikan secara seksama, saya beberapa kali mengulang-ulang presuposisi tentang "Hutang" sebelumnya. Kenapa ? Karena dari pengamatan saya ke berbagai kasus real, juga belajar dari pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun, maka aspek ketidak-pahaman tentang soal Hutang (sikap mental, manajemen, dll) inilah yang paling banyak menghambat LOA keberlimpahan seseseorang (termasuk keuangan). Seseorang dapat berputar-putar di tempat seumur hidupnya, seperti perlombaan tikus, karena tidak memiliki pemahaman yang baik dan attitude yang tepat terhadap hal ini.
Perlu dipahami bahwa saya tidak anti hutang, bahkan saya yakin di tingkat tertentu seseorang harus terlibat dengan hutang produktif, misalkan kita berbisnis properti, menjadi seorang pengembang, sudah pasti kita harus dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman ke Bank.
Bahkan jika ditinjau dari pemamahaman "meta program" (NLP) maka ada mereka yg memiliki kekuatan finansial sebagai PENABUNG, tapi ada yang kekuatannya justru sebagai PENGHUTANG.
Tetapi hutang itu memiliki "adab", dan inilah yg harus dipahami dan ditaati oleh siapapun juga yang ingin memperkuat magnet atau vibrasi finansialnya.
Oleh karena itu Presuposisi :
"Sudah menjadi keharusan bagi saya untuk membayar hutang secara tepat waktu"
Harus menjadi salah satu presuposisi dasar bagi praktisi LOA.
***
Ketika kita sudah piawai untuk merealisasikan Presuposisi ini, maka aspek finansial lain yang arahnya positif, seperti : menabung, investasi, dll. akan menjadi sangat mudah dan ringan.
***
Nah, maukah dan mampukah anda untuk meng-install presuposisi ini ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar